Peta
kekayaan di Amerika Serikat per awal September 2026 kembali menunjukkan satu
hal yang menarik: jajaran orang terkaya masih didominasi oleh para pendiri dan
pemimpin perusahaan teknologi besar. Dari perangkat lunak, media sosial,
perdagangan daring, hingga industri semikonduktor dan antariksa, kemajuan
teknologi ternyata menjadi sumber kekayaan terbesar di negeri Paman Sam saat
ini.
Berdasarkan
data peringkat kekayaan yang dirilis dan diperbarui oleh Forbes hingga awal
September 2026, berikut adalah daftar 10 orang terkaya di Amerika Serikat
beserta perkiraan total kekayaan dan sumber usahanya.
10 orang terkaya di Amerika Serikat per September 2026 didominasi oleh tokoh pendiri perusahaan teknologi — dari antariksa, internet, perdagangan daring, hingga semikonduktor.
1. Elon Musk
— Sekitar US$ 908 Miliar (±Rp 16.000 Triliun)
Di posisi
pertama kembali berdiri kokoh Elon Musk. Kekayaannya melonjak sangat pesat
sepanjang Agustus 2026, bertambah sekitar US$ 202 miliar dalam sebulan saja.
Lonjakan ini terutama didorong kenaikan nilai saham SpaceX dan Tesla. SpaceX
yang bergerak di bidang antariksa dan satelit kini semakin bernilai tinggi,
sementara Tesla tetap menjadi pemimpin kendaraan listrik dunia. Musk juga
memiliki perusahaan di bidang kecerdasan buatan dan antarmuka otak-komputer. Ia
saat ini menjadi orang terkaya tidak hanya di Amerika Serikat, melainkan juga
di seluruh dunia, dengan jarak yang cukup jauh dari peringkat kedua.
2. Larry
Page — Sekitar US$ 277 Miliar (±Rp 4.900 Triliun)
Pendiri
bersama Google ini menempati posisi kedua. Larry Page bersama rekannya
membangun Google menjadi mesin pencari terbesar di dunia yang kini berada di
bawah naungan Alphabet. Meski tidak lagi menjabat sebagai direktur utama,
kepemilikan sahamnya tetap menjadikannya salah satu orang terkaya di Amerika
Serikat. Pertumbuhan bisnis iklan, komputasi awan, dan kecerdasan buatan yang
dikembangkan Google terus memperkokoh posisinya.
3. Jeff
Bezos — Sekitar US$ 267 Miliar (±Rp 4.700 Triliun)
Pendiri
Amazon ini berada di peringkat ketiga. Jeff Bezos membangun Amazon dari toko
buku kecil di garasi rumahnya menjadi raksasa perdagangan daring dan layanan
komputasi awan terbesar di dunia. Selain Amazon, ia juga mendirikan perusahaan
antariksa Blue Origin. Meskipun sudah tidak menjabat sebagai direktur utama
Amazon, saham yang dimilikinya tetap menjadikannya salah satu orang terkaya di
Amerika Serikat. Pertumbuhan layanan komputasi awan Amazon Web Services menjadi
penopang utama kekayaannya.
4. Michael
Dell — Sekitar US$ 263 Miliar (±Rp 4.650 Triliun)
Pendiri dan
pemimpin Dell Technologies ini naik ke peringkat keempat. Michael Dell memulai
bisnis perakitannya sejak masih berusia muda, dan kini Dell Technologies
menjadi salah satu perusahaan penyedia perangkat keras dan solusi teknologi
informasi terbesar di dunia. Permintaan akan perangkat komputasi, peladen, dan
infrastruktur data terus mendorong pertumbuhan nilai perusahaannya secara
signifikan.
5. Sergey
Brin — Sekitar US$ 256 Miliar (±Rp 4.550 Triliun)
Rekan
pendiri Google, Sergey Brin, berada tepat di belakang Larry Page. Bersama Page,
Brin mengembangkan algoritma pencarian yang menjadi dasar Google. Kini,
berbagai produk yang dikembangkan perusahaan — mulai dari pencarian, peta,
sistem operasi gawai, hingga kecerdasan buatan — terus menghasilkan keuntungan
yang besar. Kepemilikan sahamnya membuat kekayaannya terus tumbuh seiring
dengan meningkatnya nilai Alphabet.
6. Mark
Zuckerberg — Sekitar US$ 212 Miliar (±Rp 3.750 Triliun)
Pendiri dan
direktur utama Meta Platforms ini menempati posisi keenam. Meta yang menaungi
jejaring sosial Facebook, Instagram, WhatsApp, dan utamanya kini terus
mencatatkan pertumbuhan pendapatan iklan yang sangat baik. Fokus Zuckerberg
pada pengembangan kecerdasan buatan dan teknologi ruang maya juga mulai
menunjukkan hasil yang menjanjikan, sehingga nilai sahamnya terus naik dan
memperbesar kekayaan pribadinya.
7. Larry
Ellison — Sekitar US$ 202 Miliar (±Rp 3.580 Triliun)
Pendiri dan
kini Kepala Teknologi Oracle ini berada di peringkat ketujuh. Larry Ellison
membangun Oracle menjadi perusahaan perangkat lunak basis data dan sistem
informasi terbesar di dunia. Pergeseran bisnis ke arah komputasi awan dan
layanan perusahaan besar terus memperkuat posisi Oracle. Selain itu, Ellison
juga dikenal sebagai investor cerdas yang memiliki aset berharga di berbagai
bidang, termasuk properti dan saham perusahaan teknologi lain.
8. Jensen
Huang — Sekitar US$ 199 Miliar (±Rp 3.530 Triliun)
Pendiri dan
direktur utama Nvidia ini menempati posisi kedelapan. Jensen Huang menjadi
salah satu miliarder yang kekayaannya melonjak paling pesat dalam dua tahun
terakhir. Hal ini tak lepas dari peran Nvidia sebagai pemimpin dunia dalam
pembuatan cip pemroses grafis yang kini menjadi tulang punggung pengembangan
kecerdasan buatan. Semakin banyaknya perusahaan yang membutuhkan cip canggih
untuk keperluan kecerdasan buatan membuat nilai Nvidia melonjak tajam, dan ikut
memperbesar kekayaan Huang.
9. Steve
Ballmer — Sekitar US$ 156 Miliar (±Rp 2.770 Triliun)
Mantan
direktur utama Microsoft ini berada di peringkat kesembilan. Steve Ballmer
bergabung dengan Microsoft sejak awal berdirinya dan menjadi direktur utama
setelah Bill Gates. Meskipun kini sudah tidak memimpin Microsoft, saham yang
dimilikinya masih sangat besar. Pertumbuhan Microsoft yang terus berlanjut di
bawah kepemimpinan baru, terutama di bidang komputasi awan dan kecerdasan
buatan, terus menjaga nilai kekayaannya tetap tinggi.
10. Warren
Buffett — Sekitar US$ 144 Miliar (±Rp 2.550 Triliun)
Di peringkat
kesepuluh berdiri tokoh investasi paling terkenal di dunia, Warren Buffett.
Meski sudah berusia lanjut, ia tetap memimpin Berkshire Hathaway, perusahaan
induk investasi yang memiliki saham di ratusan perusahaan besar. Kekayaan
Buffett berbeda dari sembilan nama di atas karena sebagian besar berasal dari
keahlian memilih dan mengelola investasi jangka panjang, bukan dari membangun
perusahaan teknologi sendiri. Ia dikenal karena gaya hidup sederhana meski
hartanya luar biasa besar, serta sering menyumbangkan sebagian besar
kekayaannya untuk amal.
Dari daftar
di atas, terlihat jelas bahwa sembilan dari sepuluh orang terkaya di Amerika
Serikat saat ini adalah tokoh yang membangun atau memimpin perusahaan
teknologi. Perkembangan kecerdasan buatan, komputasi awan, semikonduktor, dan
layanan internet menjadi pendorong utama pertumbuhan kekayaan mereka dalam
waktu yang relatif singkat. Sementara Warren Buffett menjadi satu-satunya
perwakilan sektor keuangan dan investasi yang mampu bertahan di jajaran sepuluh
besar.
Perlu
diingat bahwa angka kekayaan di atas adalah perkiraan berdasarkan nilai saham
yang dimiliki masing-masing tokoh. Nilai ini dapat berubah sewaktu-waktu
mengikuti pergerakan harga saham di pasar bursa. Sebagian besar kekayaan mereka
bukan berupa uang tunai yang tersimpan di bank, melainkan berupa nilai
kepemilikan saham di perusahaan yang mereka dirikan atau pimpin.
Bagaimana
menurutmu? Apakah kamu juga terkejut melihat betapa dominannya sektor teknologi
dalam daftar orang terkaya di Amerika Serikat saat ini? Yuk, bagikan pendapatmu
di kolom komentar!
📋 Catatan Sumber Data
Data kekayaan bersih diperkirakan berdasarkan peringkat Forbes Real-Time Billionaires per 5–6 September 2026. Angka dalam Rupiah adalah perkiraan konversi dengan asumsi kurs Rp 17.600 per US$ 1. Nilai dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar saham.
0 comments:
Posting Komentar
Sopanlah dalam berkomentar ka"Komentar yang baik ibarat secangkir teh hangat yang kita sodorkan pada tamu — ia menyejukkan dan tidak memaksa. Mohon untuk tidak menaruh link aktif di kolom komentar, karena rumah ini adalah ruang untuk berdiskusi, bukan tempat berdagang. Terima kasih telah menjadi pembaca yang beradab. 🌿"
wan