Perjalanan Mencari Ilmu dan Berbagi Kebaikan

Senin, 07 September 2026

10 Orang Terkaya di Amerika Serikat (September 2026): Didominasi Pengusaha Teknologi

Peta kekayaan di Amerika Serikat per awal September 2026 kembali menunjukkan satu hal yang menarik: jajaran orang terkaya masih didominasi oleh para pendiri dan pemimpin perusahaan teknologi besar. Dari perangkat lunak, media sosial, perdagangan daring, hingga industri semikonduktor dan antariksa, kemajuan teknologi ternyata menjadi sumber kekayaan terbesar di negeri Paman Sam saat ini.

Berdasarkan data peringkat kekayaan yang dirilis dan diperbarui oleh Forbes hingga awal September 2026, berikut adalah daftar 10 orang terkaya di Amerika Serikat beserta perkiraan total kekayaan dan sumber usahanya.

 

Siluet kota Amerika Serikat dengan simbol teknologi dan grafik pertumbuhan, melambangkan kekayaan dari industri teknologi
10 orang terkaya di Amerika Serikat per September 2026 didominasi oleh tokoh pendiri perusahaan teknologi — dari antariksa, internet, perdagangan daring, hingga semikonduktor.

1. Elon Musk — Sekitar US$ 908 Miliar (±Rp 16.000 Triliun)

Di posisi pertama kembali berdiri kokoh Elon Musk. Kekayaannya melonjak sangat pesat sepanjang Agustus 2026, bertambah sekitar US$ 202 miliar dalam sebulan saja. Lonjakan ini terutama didorong kenaikan nilai saham SpaceX dan Tesla. SpaceX yang bergerak di bidang antariksa dan satelit kini semakin bernilai tinggi, sementara Tesla tetap menjadi pemimpin kendaraan listrik dunia. Musk juga memiliki perusahaan di bidang kecerdasan buatan dan antarmuka otak-komputer. Ia saat ini menjadi orang terkaya tidak hanya di Amerika Serikat, melainkan juga di seluruh dunia, dengan jarak yang cukup jauh dari peringkat kedua.

2. Larry Page — Sekitar US$ 277 Miliar (±Rp 4.900 Triliun)

Pendiri bersama Google ini menempati posisi kedua. Larry Page bersama rekannya membangun Google menjadi mesin pencari terbesar di dunia yang kini berada di bawah naungan Alphabet. Meski tidak lagi menjabat sebagai direktur utama, kepemilikan sahamnya tetap menjadikannya salah satu orang terkaya di Amerika Serikat. Pertumbuhan bisnis iklan, komputasi awan, dan kecerdasan buatan yang dikembangkan Google terus memperkokoh posisinya.

3. Jeff Bezos — Sekitar US$ 267 Miliar (±Rp 4.700 Triliun)

Pendiri Amazon ini berada di peringkat ketiga. Jeff Bezos membangun Amazon dari toko buku kecil di garasi rumahnya menjadi raksasa perdagangan daring dan layanan komputasi awan terbesar di dunia. Selain Amazon, ia juga mendirikan perusahaan antariksa Blue Origin. Meskipun sudah tidak menjabat sebagai direktur utama Amazon, saham yang dimilikinya tetap menjadikannya salah satu orang terkaya di Amerika Serikat. Pertumbuhan layanan komputasi awan Amazon Web Services menjadi penopang utama kekayaannya.

4. Michael Dell — Sekitar US$ 263 Miliar (±Rp 4.650 Triliun)

Pendiri dan pemimpin Dell Technologies ini naik ke peringkat keempat. Michael Dell memulai bisnis perakitannya sejak masih berusia muda, dan kini Dell Technologies menjadi salah satu perusahaan penyedia perangkat keras dan solusi teknologi informasi terbesar di dunia. Permintaan akan perangkat komputasi, peladen, dan infrastruktur data terus mendorong pertumbuhan nilai perusahaannya secara signifikan.

5. Sergey Brin — Sekitar US$ 256 Miliar (±Rp 4.550 Triliun)

Rekan pendiri Google, Sergey Brin, berada tepat di belakang Larry Page. Bersama Page, Brin mengembangkan algoritma pencarian yang menjadi dasar Google. Kini, berbagai produk yang dikembangkan perusahaan — mulai dari pencarian, peta, sistem operasi gawai, hingga kecerdasan buatan — terus menghasilkan keuntungan yang besar. Kepemilikan sahamnya membuat kekayaannya terus tumbuh seiring dengan meningkatnya nilai Alphabet.

6. Mark Zuckerberg — Sekitar US$ 212 Miliar (±Rp 3.750 Triliun)

Pendiri dan direktur utama Meta Platforms ini menempati posisi keenam. Meta yang menaungi jejaring sosial Facebook, Instagram, WhatsApp, dan utamanya kini terus mencatatkan pertumbuhan pendapatan iklan yang sangat baik. Fokus Zuckerberg pada pengembangan kecerdasan buatan dan teknologi ruang maya juga mulai menunjukkan hasil yang menjanjikan, sehingga nilai sahamnya terus naik dan memperbesar kekayaan pribadinya.

7. Larry Ellison — Sekitar US$ 202 Miliar (±Rp 3.580 Triliun)

Pendiri dan kini Kepala Teknologi Oracle ini berada di peringkat ketujuh. Larry Ellison membangun Oracle menjadi perusahaan perangkat lunak basis data dan sistem informasi terbesar di dunia. Pergeseran bisnis ke arah komputasi awan dan layanan perusahaan besar terus memperkuat posisi Oracle. Selain itu, Ellison juga dikenal sebagai investor cerdas yang memiliki aset berharga di berbagai bidang, termasuk properti dan saham perusahaan teknologi lain.

8. Jensen Huang — Sekitar US$ 199 Miliar (±Rp 3.530 Triliun)

Pendiri dan direktur utama Nvidia ini menempati posisi kedelapan. Jensen Huang menjadi salah satu miliarder yang kekayaannya melonjak paling pesat dalam dua tahun terakhir. Hal ini tak lepas dari peran Nvidia sebagai pemimpin dunia dalam pembuatan cip pemroses grafis yang kini menjadi tulang punggung pengembangan kecerdasan buatan. Semakin banyaknya perusahaan yang membutuhkan cip canggih untuk keperluan kecerdasan buatan membuat nilai Nvidia melonjak tajam, dan ikut memperbesar kekayaan Huang.

9. Steve Ballmer — Sekitar US$ 156 Miliar (±Rp 2.770 Triliun)

Mantan direktur utama Microsoft ini berada di peringkat kesembilan. Steve Ballmer bergabung dengan Microsoft sejak awal berdirinya dan menjadi direktur utama setelah Bill Gates. Meskipun kini sudah tidak memimpin Microsoft, saham yang dimilikinya masih sangat besar. Pertumbuhan Microsoft yang terus berlanjut di bawah kepemimpinan baru, terutama di bidang komputasi awan dan kecerdasan buatan, terus menjaga nilai kekayaannya tetap tinggi.

10. Warren Buffett — Sekitar US$ 144 Miliar (±Rp 2.550 Triliun)

Di peringkat kesepuluh berdiri tokoh investasi paling terkenal di dunia, Warren Buffett. Meski sudah berusia lanjut, ia tetap memimpin Berkshire Hathaway, perusahaan induk investasi yang memiliki saham di ratusan perusahaan besar. Kekayaan Buffett berbeda dari sembilan nama di atas karena sebagian besar berasal dari keahlian memilih dan mengelola investasi jangka panjang, bukan dari membangun perusahaan teknologi sendiri. Ia dikenal karena gaya hidup sederhana meski hartanya luar biasa besar, serta sering menyumbangkan sebagian besar kekayaannya untuk amal.

 

Dari daftar di atas, terlihat jelas bahwa sembilan dari sepuluh orang terkaya di Amerika Serikat saat ini adalah tokoh yang membangun atau memimpin perusahaan teknologi. Perkembangan kecerdasan buatan, komputasi awan, semikonduktor, dan layanan internet menjadi pendorong utama pertumbuhan kekayaan mereka dalam waktu yang relatif singkat. Sementara Warren Buffett menjadi satu-satunya perwakilan sektor keuangan dan investasi yang mampu bertahan di jajaran sepuluh besar.

Perlu diingat bahwa angka kekayaan di atas adalah perkiraan berdasarkan nilai saham yang dimiliki masing-masing tokoh. Nilai ini dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan harga saham di pasar bursa. Sebagian besar kekayaan mereka bukan berupa uang tunai yang tersimpan di bank, melainkan berupa nilai kepemilikan saham di perusahaan yang mereka dirikan atau pimpin.

Bagaimana menurutmu? Apakah kamu juga terkejut melihat betapa dominannya sektor teknologi dalam daftar orang terkaya di Amerika Serikat saat ini? Yuk, bagikan pendapatmu di kolom komentar!

 

📋 Catatan Sumber Data

Data kekayaan bersih diperkirakan berdasarkan peringkat Forbes Real-Time Billionaires per 5–6 September 2026. Angka dalam Rupiah adalah perkiraan konversi dengan asumsi kurs Rp 17.600 per US$ 1. Nilai dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar saham.

Share:

0 comments:

Posting Komentar

Sopanlah dalam berkomentar ka"Komentar yang baik ibarat secangkir teh hangat yang kita sodorkan pada tamu — ia menyejukkan dan tidak memaksa. Mohon untuk tidak menaruh link aktif di kolom komentar, karena rumah ini adalah ruang untuk berdiskusi, bukan tempat berdagang. Terima kasih telah menjadi pembaca yang beradab. 🌿"
wan

Scroll To Top