Napoleon Bonaparte (lahir 15 Agustus 1769 – meninggal 5 Mei 1821) adalah seorang pemimpin militer dan politik asal Prancis yang menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dan terkenal dalam sejarah Eropa serta dunia.
1. Kaisar Prancis
Napoleon naik ke tampuk kekuasaan selama masa kekacauan Revolusi Prancis melalui sebuah kudeta pada tahun 1799, di mana ia mengangkat dirinya sebagai "Konsul Pertama". Pada tahun 1804, ia memahkotai dirinya sendiri sebagai Kaisar Prancis. Ia memimpin negara tersebut hingga 1814, dan kembali berkuasa untuk periode yang sangat singkat pada tahun 1815 (dikenal sebagai masa "Seratus Hari").
2. Jenius Militer
Ia dianggap sebagai salah satu komandan militer terbesar sepanjang masa. Di bawah kepemimpinannya, Prancis memenangkan serangkaian perang (dikenal sebagai Perang Napoleon) dan berhasil menaklukkan serta menguasai sebagian besar benua Eropa. Taktik dan strategi perangnya masih dipelajari di berbagai akademi militer di dunia hingga saat ini.
3. Kode Napoleon (Code Napoléon)
Warisannya yang paling abadi bukanlah penaklukannya, melainkan reformasi hukumnya. Pada tahun 1804, ia memberlakukan Code Napoléon, sebuah kitab undang-undang hukum perdata yang menyederhanakan dan memodernisasi sistem hukum Prancis. Kode ini menjadi dasar sistem hukum perdata di banyak negara di seluruh dunia (termasuk di beberapa negara di Asia, Amerika Latin, dan Eropa) hingga hari ini.
4. Reformasi Dalam Negeri
Selain hukum, Napoleon juga mereformasi sistem pendidikan (mendirikan lycée atau sekolah menengah), menstabilkan ekonomi, dan merestrukturisasi administrasi negara serta hubungan dengan Gereja Katolik. Reformasi ini membantu menstabilkan Prancis pasca-Revolusi.
5. Kejatuhan dan Pengasingan
Kekuasaannya mulai goyah setelah ia melakukan invasi besar-besaran namun gagal ke Rusia pada tahun 1812, yang menguras kekuatan pasukannya.
- Pada tahun 1814, ia dikalahkan oleh koalisi negara-negara Eropa, dipaksa turun takhta, dan diasingkan ke Pulau Elba.
- Ia berhasil melarikan diri, kembali ke Prancis, dan merebut kembali kekuasaannya pada 1815.
- Namun, ia akhirnya dikalahkan secara telak oleh pasukan Inggris dan Prusia dalam Pertempuran Waterloo pada Juni 1815.
6. Akhir Hayat
Setelah kekalahan di Waterloo, Napoleon diasingkan oleh Inggris ke pulau terpencil Saint Helena di Samudra Atlantik Selatan. Ia meninggal dunia di sana pada 5 Mei 1821 pada usia 51 tahun, kemungkinan besar akibat kanker lambung (meskipun sempat beredar teori bahwa ia diracun arsenik).
Secara singkat, Napoleon adalah sosok yang mengubah peta politik Eropa, menyebarkan ide-ide Revolusi Prancis (seperti meritokrasi dan kesetaraan di hadapan hukum) ke berbagai penjuru benua, sekaligus dikenal sebagai ambisius dan penakluk yang ulung.