Perjalanan Mencari Ilmu dan Berbagi Kebaikan

Sabtu, 08 Agustus 2026

Orang Terkaya di Jawa Timur: Bukan Sekadar "Crazy Rich Surabaya"

Kalau mendengar kata Jawa Timur, apa yang terlintas di kepala Anda? Rawon yang gurih? Logat arek Suroboyo yang ceplas-ceplos? Atau pelabuhan dan pasar perdagangan yang sudah ramai sejak ratusan tahun lalu?
Ilustrasi skyline kota Surabaya dengan cahaya keemasan yang melambangkan pusat bisnis dan kekayaan di Jawa Timur
Surabaya tidak hanya dikenal dengan kuliner dan logat khasnya, tetapi juga menjadi tempat lahir dan tumbuhnya sejumlah taipan dengan kekayaan ratusan triliun rupiah.
Di balik semua itu, Jawa Timur juga menjadi tempat lahir—dan tempat berpijak—sejumlah orang terkaya di Indonesia. Dari taipan kelahiran Surabaya hingga "raja rokok" yang berbasis di Kediri, kekayaan mereka mencapai ratusan triliun rupiah. Siapa saja mereka, dan apa cerita di balik angka-angka itu?

1. Sri Dato' Tahir: Lahir di Surabaya, Kini di Puncak Daftar

Kalau bicara soal nominal terbesar, nama Sri Dato' Tahir sulit dilewatkan. Lahir di Surabaya, ia adalah pendiri Mayapada Group yang bisnisnya merentang dari perbankan, rumah sakit, hingga properti.
Pada awal 2026, Forbes memperkirakan kekayaan Tahir mencapai sekitar US$ 10,8 miliar—kira-kira Rp 181 triliun. Yang menarik, ia tidak memulai dari atas. Tahir adalah anak seorang penjahit, dan membangun kerajaannya pelan-pelan, dari bawah.

2. Hermanto Tanoko: "Crazy Rich Surabaya" yang Dulunya Tukang Antar Obat

Inilah sosok yang paling sering dijuluki "Crazy Rich Surabaya". Hermanto Tanoko, bersama keluarganya, menjalankan Tancorp dan memegang lisensi Nippon Paint di Indonesia.
Forbes mencatat kekayaan keluarga Tanoko mencapai US$ 8,1 miliar. Dan seperti Tahir, kisahnya juga dimulai dari hal sederhana: Hermanto pernah menjadi tukang antar obat sebelum membangun bisnisnya sendiri. Cerita yang mengingatkan kita bahwa hal besar sering kali berangkat dari hal kecil.

3. Susilo Wonowidjojo: "Raja Rokok" dari Kediri

Jika Tahir dan Tanoko identik dengan Surabaya, maka Susilo Wonowidjojo adalah taipan yang bisnisnya mengakar kuat di Kediri. Ia pemilik Gudang Garam, salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia.
Kekayaan keluarganya tercatat sekitar US$ 3,2 miliar. Meski nilainya menyusut dari masa puncak akibat tantangan industri rokok, Susilo tetap salah satu sosok paling berpengaruh dari Jawa Timur. Ia pula yang membangun Bandara Dhoho di Kediri—langkah yang jarang dilakukan perusahaan swasta.

4. Peter Sondakh: Lahir di Surabaya, Nakhoda Rajawali Corpora

Peter Sondakh lahir di Surabaya dan kini memimpin Rajawali Corpora, dengan lini bisnis dari properti, perkebunan, hingga investasi. Kekayaannya ditaksir sekitar US$ 3,1 miliar.

Lahir di Jatim, Terbang ke Level Nasional

Selain empat nama di atas, beberapa taipan nasional juga lahir di tanah Jawa Timur. Mochtar Riady, pendiri Lippo Group, lahir di Malang. Begitu pula Hary Tanoesoedibjo, bos MNC Group. Mereka tumbuh di Jawa Timur sebelum membangun kerajaan bisnis di panggung nasional.
Ilustrasi transisi dari sepeda kuno pengantar barang menjadi gedung pencakar langit modern, melambangkan perjuangan dari nol hingga sukses
Banyak konglomerat asal Jawa Timur memulai kisah suksesnya dari hal yang sangat sederhana. DNA wirausaha dan kerja keras menjadi kunci utama kesuksesan mereka.

Apa yang Bisa Kita Pelajari?

Jika melihat perjalanan mereka, ada satu benang merah: sebagian besar tidak memulai dari puncak. Ada yang anak penjahit, ada yang tukang antar obat, ada pula yang meneruskan bisnis keluarga di masa sulit.
Jawa Timur seolah menyimpan DNA wirausaha yang sulit dipisahkan dari budayanya: blak-blakan, pekerja keras, dan tidak malu memulai dari kecil. Dan mungkin karena itu, daftar orang terkaya di Jawa Timur akan terus diisi nama-nama baru di tahun-tahun mendatang.

FAQ

Siapa orang terkaya di Jawa Timur saat ini? Berdasarkan data Forbes (awal 2026), Sri Dato' Tahir yang lahir di Surabaya berada di posisi teratas dengan kekayaan sekitar US$ 10,8 miliar.
Siapa yang dimaksud "Crazy Rich Surabaya"? Julukan ini paling sering dilekatkan pada Hermanto Tanoko, pemilik Tancorp dan pemegang lisensi Nippon Paint Indonesia.
Apakah angka kekayaan Forbes bersifat pasti? Tidak. Angka tersebut adalah estimasi berbasis aset dan kepemilikan saham, sehingga bisa naik-turun mengikuti kondisi pasar.
Share:

0 comments:

Posting Komentar

Sopanlah dalam berkomentar kawan

Scroll To Top