Mencari Ilmu dan Berbagi Kelebihan Kekurangan Gadget

Senin, 25 Maret 2013

Curhat SBY Saat Wawancara di TV

SBY Presiden Republik Indonesia tampaknya sedang gundah, bagaimana tidak isu hari ini akan ada demo menyangkut dirinya.
Kemudian beliau mengundang Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj dan 12 Ormas Islam lainnya ke kantor presiden.Ormas-ormas Islam itu tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI).






Inilah Curhat SBY ketika diwawancarai di acara TV swasta


Untuk pertama kalinya, Presiden SBY tampil bersama keluarga dalam acara wawancara di sebuah stasiun televisi swasta. Acara bertajuk 'SBY dan Keluarga Bicara' itu dinilai awal dari kegenitan sang presiden di media jelang akhir-akhir masa jabatannya di 2014.

SBY dinilai ingin meninggalkan kenangan indah akan diri dan keluarga.

SBY tidak ingin publik mengenalnya sebagai presiden yang tidak berprestasi. Apalagi jelang berakhirnya SBY sebagai RI-1, isu dan gosip miring tentang Cikeas terus bermunculan di publik melalui media. Kasus pajak, kasus dugaan pemberian uang untuk Ibas bahkan dugaan ambisi keluarga untuk mengambil alih kendali Partai Demokrat dan lain-lain menjadi bulan-bulanan isu yang dicerna masyarakat lewat media. Melalui media pulalah SBY ingin menangkis tuduhan itu.

SBY akan semakin narsis dan narsis dengan muncul di berbagai media. SBY akan men-setting di setiap kesempatan agar menjadi media darling. Sebelumnya, SBY mengajak seluruh pejabat dan peserta partai politik untuk segera bersiap-siap menghadapi tingginya eskalasi politik.
"Insya Allah, dengan pertolongan Tuhan, kita bisa kelola sebagaimana yang kita lakukan di waktu yang lalu," tandasnya.

Selain itu, ada hal lain yang diwaspadai oleh presiden. Salah satunya adalah isu kudeta menjelang pemilu. Isu ini hangat diperbincangkan di media dengan berbagai narasumber.
"Pelaku-pelakunya kebetulan yang sedang menjadi pembicaraan hangat di arena politik sekarang ini bukan atau tidak sama dengan pelaku politik untuk pemilu tahun depan. Dan hal begini sangat bisa akan terjadi sampai pemilu 2014 mendatang selesai," keluh SBY.

Sumber:
Voaislam
Share:
Scroll To Top